Memaparkan catatan dengan label Pena Dingin Salju. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Pena Dingin Salju. Papar semua catatan

Ahad, Mei 29, 2011

::Mentari..kembali menyinari::

Views

-Pena Dingin Salju-



Sunyi menyapa hati,
Resah gelisah menari-nari di pentas hati,
Rintik-rintik hujan air mata membasahi,
Gelora hati ini kembali menyembah Bumi.

Apakah tiada lagi alasan untuk ku bangkit,
Tekanan semakin menghimpit,
Oh, dimensi ruang dan waktu semakin sempit,
Adakah aku masih sempat untuk cuba bangkit.

Hujan gerimis kembali,
Seakan-akan menyertai aku yang sedang duka,
Awan mendung kelabu seakan-akan membalut hati,
Bilakah ia akan berakhir.

Aku larut dalam dunia kelabuku...
Tenggelam bersama-sama jiwaku, fikiranku...

Aku di mamah sepi...

Berjalan sendiri..

Sepi...

Aku rebah... sendiri...

hanya sendiri... dilembah sepi...

Dulu ada bintang menyinari,
Tapi dia pergi, hilang di pagi hari...
Aku sendiri lagi...
Aku buka mataku,
Ada seseorang menghulurkan tangannya kepadaku,
Tersenyum bagaikan mentari,
Mentari yang menyinari,
Dia berkata padaku,
jangan rebah lagi,
Ayuh kita sama-sama berjalan,
Agar kita sampai ke destinasi.

Katanya dunia ini sememangnya indah,
tapi hanyalah alah,
Hanya yang kuat saja yang boleh teruskan perjalanan,
Hanya akan berehat,
Apabila sudah sampai ke destinasi,
hanya satu Destinasi,
Syurga-Nya.

Aku bangkit kembali,
Dia bicara lagi,
Allah dekat di hati,
Allah itu Maha Pemberi,
Allah memberi pada jalan yang tidak ku sangkai,
Ingatlah, mentari itu menyinari,
Bgitu juga bulan di malam hari,
Memantulkan cahaya mentari,
Agar kita juga merasai,
ALLAH itu sentiasa ada,
Walau Dia tidak di depan mata,
Ibarat seperti Bulan memantulkan cahayanya,
Begitulah ibaratnya...

Seandainya aku pergi,
ingatlah, Tuhan masih di hati,
Bersamamu setiap hari,
jangan lupa padanya kerana dia tidak pernah lupakan kita.
Aku hanyalah perantara,
Antara dirimu dan Tuhan-Mu.
Mentari itu,
tetap menyinari...

sahabat...
Saat kau perlukan aku,
Aku sentiasa ada untukmu,
jauh atau dekat, kita tetap bersama.

-Cacatan pena Dingin Salju-
Kesinambungan antara hujan dan mentari
Agar pelangi tetap menjadi indah kembali
Di sini ku potretkan di taman seni kiasan hati
Terima kasih duhai Mentari!~

☂Asal Allah redho,Tinta Ini Pasti Bernada.Ya, Teruskan Tersenyum!☂

Rabu, Mei 25, 2011

::Ujian Sepi::

Views
Karya ini bukan milikku..~
Milik 'Pena dingin salju' ..
yang menghadiahkan kepada Taman ini
Terima kasih kerna sudi menganugerahkan 'keindahan' pada seni kiasan hati

"Mungkin jalan itu sepi
Tapi Aku masih ada Ilahi
Mungkin jalan Itu sendu
Tapi Bukan aku untuk merayu pada Bukan yang satu
Kerna laluanku hanya untuk TUHAN ku
Rabbul Jalil yang tidak putus-putus Melindungiku!"
Terimalah puisi dari Pena dingin salju buat tapak seni kiasan hati~




Di saat ini,
Aku masih di sini,
Sendirian di malam sepi,
Melangkahkan kaki tanpa bunyi,

Pungguk berterbangan di langit tinggi,
Bulan beredar mengelilingi bumi,
Bintang pula menyinari diri,
Owh, Indahnya ciptaan ilahi,
Aku masih berdiri sendiri,

Terpaku di bawah langit ilahi,
Aku cuba untuk menterjemahkan kata hati,
Di kala rundung sendiri,
Terasa diri ini berjalan tanpa henti,
hanya sendiri di mamah sepi.

Bagai Bulan di malam hari,
Bagai Matahari di siang hari,
Bintang dan planet mengorbit sendiri,
Tapi hakikatnya ianya tidak sendiri.

Berjalan lagi di waktu sepi,
Malam indah terasa sepi,
Hakikatnya malam berganti,
Siang menanti.

Aku masih lagi berdiri,
Merenung kembali kesalahan diri,
Mencuba kembali mengislahkan diri,
Oh Tuhan, Aku masih mencari,
Hakikat insan bernama diri.

Aku tersenyum melihat lalang di tiup angin,
Kesana dan kemari, kiri dan ke kanan,
Tapi aku menghargaimu lalang,
Kau ke kiri dan ke kanan,
Kau tetap teguh bersama akar tunjang,
kau ibarat seorang yang di landa ujian,
kau tetap tabah dan teguh pendirian,
kau, Walau sebatang lalang,
Aku tetap mengagumi dirimu wahai lalang.

Si lalang,
Kau ke kiri dan ke kanan,
tanpa rasa lelah,
makin tinggi ujian mu,
Makin tawaduk dirimu
Hebat dirimu lalang,
Walau hanya sebatang lalang,
kau tetap merendah diri,
Malam masih di landa sepi,
Hebatnya ciptaan Ilahi,
Kesunyian merajai keheningan malam,
Hati, Janganlah kau kelam,
Bersikaplah seperti lalang,
Teguh pendirian bak akar tunjang,
makin tinggi rendah hati di sanjung,
Itulah lalang, berbanding bintang.

- Balang 'sesuka hati'-
Hanya yang benar-benar mengerti pasti memahami
"Erti Hati Pada Memahami"

☂Asal Allah redho,Tinta Ini Pasti Bernada.Ya, Teruskan Tersenyum!☂

 
COPYRIGHT@Segala Yang Tercatat Di Atas Semua Hak milik Atin Jieha Pemilik SKH